Dari Novel ke Layar Lebar, Laut Bercerita Suarakan Rindu, Ketabahan, dan Perjuangan yang Menolak Padam

  • Administrator
  • Jumat, 23 Oktober 2026 17:54
  • Trending

"Di rumah kami, ada satu piring yang selalu tertata rapi di meja makan, piring yang tak pernah tersentuh, namun selalu menunggu." 

Duka yang sunyi dan ketabahan yang tak bertepi itu, kini menjelma menjadi visual sinematik yang menggetarkan dada dan menguras air mata.Film Laut Bercerita besutan sutradara Anggi Yovan Noen ini bakal tayang serentak di bioskop pada 29 Oktober 2026, berdekatan dengan momen Hari Sumpah Pemuda.  

Sebelumnya, film yang diadaptasi dari novel laris karya Leila S. Chudori ini lebih dulu tayang perdana pada 11 Oktober 2026 di ajang Busan International Film Festival (BIFF) ke-31. 

Film berdurasi 2 jam 15 menit menjadi film panjang pertama bagi rumah produksi PT Layar Berkembang Senantiasa (Pal8 Pictures), yang berada di bawah naungan Tempo Media Group.

Laut Bercerita mengangkat kisah fiksi sejarah tentang kisah perjuangan dan penghilangan paksa aktivis mahasiswa pada masa Orde Baru, khususnya menjelang Reformasi 1998. Dibintangi oleh sejumlah aktor ternama, di antaranyab Reza Rahardian, Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Yunita Siregar hingga Kevin Julio. 

Sutradara Yosep Anggi Noen mengatakan, Laut Bercerita bukan hanya menggambarkan kehilangan yang dialami sebuah keluarga. Akan tetapi, juga menghadirkan harapan tentang masa depan bangsa yang lebih baik.

Pada bagian pertama, cerita berfokus pada Biru Laut, mahasiswa di Yogyakarta yang gemar membaca dan menulis. Perkenalannya dengan Kinan membawa Laut pada kelompok diskusi underground bernama Winatra yang bergerak untuk melawan rezim otoriter saat itu. Dalam perjalanan cerita, mereka hidup dalam pelarian yang selalu diburu aparat hingga akhirnya mengalami penculikan, penyekapan serta penyiksaan. 

Berperan sebagai Laut, Reza mengungkapkan ada beberapa adegan yang terasa sangat berkesan baginya. “Adegan di penjara jadi salah satu yang paling emosional. Saya merasa ada keterikatan emosional dengan karakter Laut,” ujarnya saat tayangan perdana pada 21 Oktober 2026, di XXI Epicentrum.

Sementara itu, bagian kedua mengambil sudut pandang Asmara Jati, adik Biru Laut, yang berjuang mencari tahu keberadaan kakaknya. Ketidakpastian mengenai keberadaan Laut menjadi sumber kesedihan bagi orang-orang terdekatnya.

Film yang dikemas dengan begitu detail, menghadirkan elemen-elemen ikonik era 90-an, seolah membawa penonton yang pernah melewatinya bernostalgia ke masa lalu. Sementara untuk Gen Z, karya ini menjadi mesin waktu yang membuka mata, sebuah jendela untuk memahami bahwa kebebasan yang mereka nikmati hari ini lahir dari keberanian dan pengorbanan anak-anak muda di masa itu. 

Pada akhirnya, Laut Bercerita bukan sekadar tentang duka dari masa lalu, melainkan tentang bagaimana kita merawat ingatan dan rasa kemanusiaan. 

 

Komentar

0 Komentar